Ku goreskan namamu di selembar kertas putih dengan penaku
tanpa tersadar bahwa kau telah mengisi ruang di benakku
sering kali ku mendekat ke sebuah celah jendela
dan ku jinjitkan kakiku hanya untuk melihat senyum manismu
terkadang dalam keramaian yang membiru celah buku pun memberikan ruang padaku untuk memandangmu
memandang dari kejauhan
inikah namanya mengagumi dari kejauhan?
bagaikan seseorang yang sedang memandang bulan
hanya bisa memandang keindahannya
tak bisa menjangkaunya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar