Rabu, 18 Desember 2013

My wishes in the Past




When I was at Senior High School, I was waiting for the age of seventeenth. The age of seventeenth is well known with sweet seventeenth. In my opinion the age of seventeenth is the gate changes from childhood into adulthood. This adulthood is evidenced by having Identity card, driver’s license, and other ID card.
When my seventeenth birthday, I wish I had celebrated my birthday at home. I wish I had hold a birthday party at home. I wish my friends had come to my home for celebrating my seventeenth birthday. I wish there had been someone who gave me a special gift at the moment. When my seventeenth birthday, I was on my way to go to Bali Island with my schoolmate. I wish they had given me a surprise in the bus. I wish they had said happy birthday to me. But, nobody said it. Moreover, my parent did not call me at that time. I wish my parent had called and had said happy birthday to me. I felt nothing was special that day. When my friend and I arrived at the first destination, I still felt nothing was special. When I took an ablution in that place, I forgot putting my glasses. I could not see clearly without glasses. I wish my glasses had been found. What a bad day it was. Did this mean of sweet seventeenth?
At evening when we continued the tour, I had felt tired and nearly slept. Suddenly  someone in the bus brough a cake with candles numbered 17. All of my friends in the bus sang a birthday song for me and they said happy birthday to me. I though my friends forgot that today was my birthday, but my thinking was wrong. They remembered my birthday. I was very happy at the moment.

Senin, 04 November 2013

Sesaat dalam Kesendirian

Cerah.....
Hari ini mentari bersinar cerah
seolah memberikan senyuman manis ke bumi
tapi kenapa hariku tak bisa secerah mentari itu?
tak ada yang buatku tersenyum hari ini

Hari ini dunia terasa gelap
gelap seperti awan yang akan menurunkan hujan
gelap bagai suasana hatiku
dan hujan bagai air mataku

Panas....
dunia terasa panas
tetapi sepanas apapun dunia ini ada angin yang setia buat dunia ini sejuk
tapi aku?
siapa?
dimana?
dimana orang yang biasa buat hati ini sejuk?
hilang...
hilang entah kemana
mungkin nyaman bersamanya
bercanda ria
tertawa bahagia
tanpa peduli yang disini menangis dalam kesendirian

Kamis, 31 Oktober 2013

Doaku

Tuhan....
Kau begitu Agung
Kau ciptakan makhluk yang begitu sempurna di pandanganku
Kau pertemukan aku dengannya
walau tak bisa mengenalnya dekat
namun pertemuan itu sebuah anugerah yang sangat indah
hari demi hari
bulan demi bulan
seiring berjalannya waktu
semakinaku tahu tentangnya
aku tak tahu rasa apa ini
Tuhan....
mungkin aku mencintainya
iya mencintainya
tapi aku tahu cinta ini hanya akan melukai hati dan perasaanku
Tuhan....
jika Kau ijinkan aku mencintainya
dekatkanlah aku dengannya
namun jika Engkau tak mengininkan aku dengannya buanglah perasaan ini


Rabu, 23 Oktober 2013

Inikah?

Ku goreskan namamu di selembar kertas putih dengan penaku
tanpa tersadar bahwa kau telah mengisi ruang di benakku
sering kali ku mendekat ke sebuah celah jendela
dan ku jinjitkan kakiku hanya untuk melihat senyum manismu
terkadang dalam keramaian yang membiru celah buku pun memberikan ruang padaku untuk memandangmu
memandang dari kejauhan
inikah namanya mengagumi dari kejauhan?
bagaikan seseorang yang sedang memandang bulan
hanya bisa memandang keindahannya
tak bisa menjangkaunya

Jumat, 04 Oktober 2013

My Mother

My mother is the most beautiful mom in this world. My be loved mother has short and stright hair. Her skin is brown. She likes cooking. She oftem cooks many food for me, my sister, and brother, and also my father. Her foods are very delicious. I like her foods. She is not only kind but also patient. She take care her children patiently. I proud of her very much. Beside be a mother, she also likes as my friend. Sometime I hang out with her, I tell everything to her. I love her so much. Now, I just can say "I miss her."

Rabu, 25 September 2013

Permissions and Prohibitions

I want to tell about permissions and prohibitions in my family.

Before I tell permissions and prohibition in my family, the first I want to tell about members of my family. They are my father, mother, brother, and sister. I am the oldest child in my family. My father work in a village government. My mother is housewife. My Brother is in Junior High School. My Sister is still in Kindergarten. As the oldest child, I must be good personality in order I can become good example for my brother and sister. In my family, there are some prohibitions. My parents don't allow me to have boyfriend before i graduate my study in university. I must study hard so that I can graduate on time. My parents don't allow me and my brother and sister to hang out at night, because it is not good for ourselves. My parents let me to make a friendship with everyone as long as I can discern good and bad relationship. And I if hang out I must understand the time. I must go home before at 06.00 PM. I must also have a time to help my parents, for example when I was living with my parents I swept the floor in the morning before I went to school. In my family, we don't allowed to get up more than at 05.00 AM. Anyway, there are many other rules in my family.


Sabtu, 14 September 2013

My Plans in Future

Now, I am student at Semarang State University. I have some plans. My nearst plan is I will study hard. In order I can get best mark, and also I can finish my study on time. The next plan is I am going to study in England. And the other plan is I am going to be English Teacher as soon as after I finish my study. I will teach everyone who need my guidance. I wanna be a success person. I am going to go to Mekkah with my parents. I will do everything which my parents happy, provided I still can do it. The other plan is I am going to married and have a happily family.
That's all....

Minggu, 21 Juli 2013

Check out this picasion.com animation:

Check out this picasion.com animation:: Picasion.com GIF maker

teruntuk sahabat

teruntuk sahabat


sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari dariku
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu denganku
atau agar kau bisa menghindar dariku
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
ku pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ku dengan dada yang lapang
persilahkan aku masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi aku dengan senyum seterang mentari pagi
ajak aku untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya aku dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan

The Process is More Important than the Result

sedikit ingin flashback ke masa-masa saat masih duduk di bangku putih abu-abu. aku teringat sosok seorang guru yang tutur katanya selalu menginspirasi untuk berpikir lebih jauh. dan aku inget banget, hampir setiap pelajaran beliau, beliau selalu bertanya "Mas, mba, bukunya sudah dibaca?". dari kelas X sampai kelas XII selalu itu pertanyaan beliau. demi kebaikan siswanya dan demi masa depan siswanya nggak ada bosennya beliau bertanya seperti itu. dan aku ingat saat duduk di kelas XII, kalau nggak salah beliau berkata "Mas, mba, proses itu lebih penting dari pada hasil akhir." dan saat beliau berkata seperti itu aku berpikir berarti kalau prosesnya baik ya hasilnya tentu juga akan tidak jauh dari proses itu, maksudnya proses baik hasil juga mungkin akan baik (mungkin). dan waktu ujian kurang beberapa bulan aku membuat target, ya bisa dibilang cukup tinggi lah targetku untuk UN. karena aku rasa prosesku selama 3 tahun duduk di bangku SMA ya bisa dibilang cukup lah untuk bekal UN.
dan saat ujian pun tiba, selama 4 hari, Oh My God, aku nggak nyangka bakal seperti ini, aku merasa pesimis banget dengan targetku yang udah aku buat. sampai-sampai temanku bilang "lah eka wis lah ora usah dipikiri bae, sing penting kita udah berusaha dengan maksimal."
setelah UN selesai, kurang lebih 1 bulan libur, jujur dirumah isinya cuma nggalau karena UN, ya sebenernya ada faktor X lainnya juga si :D, lah pokoknya selama 1 bulan libur rasanya ngga tenang banget.
dan tepat pada hari H-nya yang ditunggu-tunggu perasaan semakin nggak karuan. saat pengunguman siswa berprestasi rasanya sedikit kecewa si, berharap bisa maju ke depan, tapi engga hehehe...
dan saat diberikan amplop aduhh... sumpah tak berdaya banget buat mbuka, dan aku buka perlahan akhirnya aku dapet tulisan "LULUS" wah bangga banget rasanya :D
tapi setelah aku liat nilainya yahhhh gitu deh..... ada beberapa mapel yang jauh dari target, tetapi aku tetep bangga, ini hasil proses jerih payahku selama 3 tahun di SMA. berangkat pagi, bahkan pernah jam 5.45 harus udah di sekolah untuk ikut tambahan. terus pulang sore, dan tak jarang malampun belum berada dirumah demi tugas. yaa... itulah proses, aku rasa 3 tahun proses itu cukup baik. dan hasilnya??? ya seperti itulah. proses yang baik aja hasilnya belum tentu sesuai yang diharapkan apalagi yang tidak baik, nah itu mungkin salah satu alasan bahwa proses itu lebih penting dari pada hasil akhir. dan sekarang aku percaya bahwa yang dikatakan hmmm sebut saja  Mr.KPW itu benar, bahwa proses lebih penting dari hasil akhir.
yang hasil akhirnya baik tapi proses mendapatkan hasil itu tidak baik, hmmm salah satu contohnya sebut saja dapet bocoran atau lainnya. ahh itu percuma banget, nggak merasakan betapa indahnya proses itu, dan nggak merasakan pahit manisnya proses itu. lebih baik hasil jerih payah sendiri walaupun tidak sesuai dengan target.
so, berbanggalah kita, kalian, semuanya yang mendapat kepala 5,6,7,8,9 atau bahkan 10 hasil dari proses 3 tahun duduk di SMA. because the process is more important than the result. :)